Admin Ekraf Admin Wisata Pohon Cinta Admin Wisata Pantai Bolihutuo
Keluar
G o r o n t a l o
Keluar
  • Senin, 25 Mei 2026 / 10:15:08
  • Beranda
    • Profil
      • Profil instansi
      • Profil pimpinan
      • Visi Misi
      • Struktur Organisasi
    • Dokumen Keuangan
      • Unduh Dokumen
  • Destinasi
    • Bahari
    • Alam
    • Religi
    • Budaya
    • Sejarah
    • Wisata Ramah Muslim
  • Ekraf
    • Destinasi Prioritas
    • Fashion
    • Kuliner
    • Kriya
    • Unik
    • Fotografi
    • Seni Pertunjukan
    • Arsitektur
    • Aplikasi
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Event
  • Publikasi
    • Artikel
    • Berita
    • Galeri
    • Pengumuman
  • Agenda
    • Agenda Instansi
  • RB
    • Profil Reformasi Birokrasi
    • Profil
      • Latar Belakang
      • Program RB
      • Program Unggulan
      • Tahap Implementasi Program RB
      • Ringkasan Eksekutif
    • Berita RB
    • Manajemen Perubahan
  • Indonesia
  • English
  • Indonesia
  • English

Kontak :

  • disparprov.gtlo@gmail.com
BERITA

Why Winners Win

29Des'25

  • Admin
  • 0 Komentar
  • 287x Dibaca

_Aryanto Husain
Senin, 29 Desember 2025

Bagaimana pemenang memperoleh kemenangan. Alkisah ada seorang pria buta tinggal bersama seorang istri dan anak-anaknya. Alih-alih mengalah karena kondisinya, dia justeru memenanginya. Hidupnya selalu bersemangat, mengecat rumahnya hingga belajar naik sepeda. Saat jatuh di selokan, tangan kanannya terpaksa diamputasi. Katanya, "saya sekarang akan belajar menulis dengan tangan kiri." 

Dunia selalu memunculkan tokoh-tokoh pemenang yang menginspirasi. Mereka adalah orang-orang sabar dan pemberani. Pemenang selalu menemukan kesempatan dalam setiap kesulitan, pecundang hanya menemukan kesulitan dalam setiap kesempatan, kata Art Garner, seorang motivator internasional.

Warren Buffett terkenal menunda investasi bertahun-tahun sampai benar-benar yakin. Ia “menang” bukan karena sering bertindak, tapi karena sabar memilih momen. Di Afrika Selatan, politik apartheid melahirkan Nelson Mandela, seorang pemberani yang menyatukan Afrika Selatan dengan semua permasalahannya.  

Buffet sadar, banyak orang kalah bukan karena bodoh, tapi karena tergesa-gesa. Mandela “kehilangan” 27 tahun hidupnya di penjara, tetapi menolak kehilangan masa depan bangsanya. Seorang pemenang tahu kapan harus cepat, dan kapan harus berhenti sejenak. 

Sejalan dengan sikap Buffet dan Mandela, pakar ekonomi perilaku, Daniel Kahneman, dalam bukunya yang terkenal, Dual Systim Thinking menjelaskan mengapa seorang pemenang menang melalui cara berfirkirnya.

Kahneman mengatakan pemenang mampu menunda reaksi impulsif atau System 1. Ini cara berfikir tergesa-gesa, responsif tanpa berfikir. Sejatinya, pemenang adalah mereka yang mampu mengaktifkan pemikiran reflektif, perlahan atau System 2 saat mengambil keputusan krusial.

Pememang berfikir sebelum mengambil keputusan. Tidak tergesa-gesa melakukan tindakan responsif terhadap suatu hal. 

Presiden AS, Abraham Lincoln menggunakan sistim berfikir ini. Dia sering dikatakan peragu, suka menunda keputusan. Presiden SBY saat itu bahkan dibully karena  karena sering dianggap terlambat mengambil keputusan yang seharusnya cepat. Namun, Lincoln dan SBY adalah seorang pemimpin pemenang. Mereka tidak mencari kepuasan cepat, tetapi hasil jangka panjang. 

Sejarah membuktikan, pemenang juga tidak selalu mereka yang paling kuat atau paling keras. Pemenang adalah mereka yang mampu mengalahkan naluri terburuk dalam dirinya sendiri.  Sebaliknya pecundang sering kali kalah bukan oleh musuhnya, melainkan oleh egonya. Abraham Lincoln dan SBY menang karena menunda egonya.

Pada masa Mandela, banyak tokoh Afrika pasca kolonial kalah bukan oleh musuh lama, tetapi oleh dendam sendiri. Mereka menang perang, tapi kalah membangun negara, terjebak dalam siklus balas dendam, kudeta, dan konflik etnis.
 
Lincoln mungkin peragu, tapi dia mengambil keputusan cepat membebaskan seorang prajurit dari hukuman akibat kelalaian saat bertugas. Lincoln menyadari bahwa perbuatan besar di dunia adalah mengulurkan tangan kebawah dan membantu orang berdiri. Sifat yang tidak dimiliki pecundang.

Mandela memahami satu hal yang mendasar. Dendam yang tidak berkesudahan di Afsel saat itu adalah bentuk kerugian paling mahal. Ia sadar bahwa membalas penindasan hanya akan memperpanjang biaya sosial dan politik. Padahal Mandela bisa saja melakukan pembalasan.

Mengapa Mandela menjadi salah satu tokoh dunia yang begitu inspiratif. Karena kisah kemenangannya mengandung ajaran kepemimpinan yang sangat mendasar. Bahwa pemenang sejati mampu menahan dorongan emosional paling primitif, membalas.

Kisah Mahatmah Gandhi di India memperjelas sikap ini. Gandhi mengunci dirinya dalam komitmen moral yang konsisten untuk tidak membalas musuh-musuhnya. Ia tahu kekerasan memancing kekerasan, dan itu adalah permainan yang dimenangkan penjajah. 

Richard Thaler & Cars Sunstein dalam bukunya Nudge Theory mengatakan pemenang tidak memaksa orang berubah. Membalas mungkin akan membuat orang berubah. Tapi pemenang memilih mengembangkan arsitektur pilihan (choice archtecture). Salah satunya adalah komitmen moral untuk terus bekerja. Seperti Gandhi yang bekerja dalam senyap merubah India.

Konsistensi menjadikan kebijakan menjadi default secara perlahan tapi pasti, mengantarkan kepada kemenangan. 

Pemenang tidak selalu lebih kuat dan keras. Mereka hanya lebih sabar, lebih sadar akan dirinya sendiri, dan lebih jujur membaca kondisi dan ego manusia. Mereka menang bukan karena tak pernah kalah, tetapi karena tahu kapan bersabar dan bertindak serta bekerja dalam komitmen moral yang tinggi.

  • Tags:
  • -

Bagikan :
Sebelumnya
Memaksa Keikhlasan Di Ujung Jari
Berikutnya
Ketika Ribuan Langkah Menyatukan Gorontalo

Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Populer

Kembangkan Pariwisata, Dispar Jalin Kemitraan dengan PT dan SMK Pariwisata

23 Oktober 2025

Kemenpar Umumkan Gorontalo Karnaval Karawo Masuk 115 Event Terbaik Nusantara Tahun 2026

23 Januari 2026

Dinas Parekrafpora Identifikasi Kesiapan Pelaku Ekraf Jelang Penas 2026

10 April 2026

Tags

  • -
  • Aryanto Husain
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Menteri Sandiaga Uno
  • Menteri Sandiaga Uno Bekunjung ke Gorontalo
  • ASN Mengaji Disparekrafpora Provinsi Gorontalo
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Dispar Gorontalo
  • DinasPariwisata
  • ProvinsiGorontalo
  • DiscoverGorontalo
  • GorontaloModunggaya
  • Table Top G2G Celebes Tourism
  • Disparekrafpora Gorontalo
  • Festival Saparan
  • Pesona Indonesia
  • Gorontalo
  • The Heart of Celebes
  • FGD
  • Geopark Gorontalo
  • Geopark Nasional
  • Dinas Pariwisata
  • Geopark
  • Geopark Nasional
  • Geopark Gorontalo
  • Pariwisata Gorontalo
  • GKK
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Pesona Gorontalo
  • Pesona Indonesia
  • Karawo
  • GKK
  • Sendratasik
  • DisparProvinsiGorontalo
  • Gorontalo Rasa Bangkok
  • Kadispar Ajak Wisatawan Menikmat Kuliner Viral Indonesia di Citimall
  • Hari Karawo
  • DinasPariwisata
  • pariwisatagorontalo
  • karawo
  • digorontaloaja
  • International Whale Shark Day National
  • IWSD 2023
  • Pesona Gorontalo
  • IPKN Gorontalo
  • Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Aryanto Husain
  • Seni Budaya Gorontalo
  • sektor Pariw

Jl. Jamaludin Malik No.41, Kec. Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo Indonesia..


Contact Center : (0435) 828626


Email : disparprov.gtlo@gmail.com

Menu

  • Berita
  • Artikel
  • Galeri
  • Event
  • Destinasi
  • Ekonomi Kreatif
  • Facebook
    Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo

Berita Terbaru

24Mei'26

Admin

Huangobuto Cup 2026 Resmi Ditutup, Disparekrafpora Dukung Lahirnya Talenta Sepak Bola Nasional*

24Mei'26

Admin

Riset Green Curtain Diharapkan Jadi Fondasi Pengembangan Geopark Gorontalo

20Mei'26

Admin

Disparekrafpora Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan dengan Sulawesi Utara

© 2023 Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.