Fesbudjaton Diusulkan Menjadi Event Tetap Provinsi, Disparekrafpora Siapkan Skenario
09Jul'26
Admin
0 Komentar
26x Dibaca
Festival Budaya Jawa Tondando (Fesbudjaton) ke-XX se-Indonesia Timur Tahun 2026 yang digelar di Desa Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, diusulkan menjadi salah satu kalender event tetap Provinsi Gorontalo. Usulan tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, saat membuka secara resmi pelaksanaan Fesbudaton XX, Sabtu (11/7/2026).
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menyampaikan bahwa Fesbudaton memiliki nilai sejarah, budaya, dan persaudaraan yang kuat sehingga layak dikembangkan menjadi agenda budaya tahunan Provinsi Gorontalo. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi masyarakat Jawa Tondano (Jaton), tetapi juga menjadi media pelestarian budaya yang dapat memperkuat sektor pariwisata daerah.
Menindaklanjuti usulan tersebut, Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo menyiapkan skenario pengembangan Fesbudaton agar ke depan dapat diselenggarakan sebagai event budaya berskala lebih besar dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan Fesbudaton memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya.
"Festival Budaya Jawa Tondano bukan hanya menjadi ruang silaturahmi masyarakat Jaton, tetapi juga merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sejarah, persaudaraan, dan toleransi yang sangat kuat. Kami siap menindaklanjuti arahan Ibu Wakil Gubernur dengan menyiapkan skenario pengembangan Fesbudaton agar dapat menjadi salah satu kalender event tetap Provinsi Gorontalo," ujar Sultan.
Menurutnya, salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah pengembangan Fesbudaton menjadi Pesona Budaya Nusantara Gorontalo, yang menghadirkan keberagaman budaya dari berbagai etnis yang hidup berdampingan di Gorontalo, mulai dari seni pertunjukan, tradisi, kuliner, hingga produk ekonomi kreatif masyarakat. "Ke depan, festival ini diharapkan tidak hanya menampilkan budaya Jawa Tondano, tetapi juga menjadi panggung bersama bagi berbagai budaya yang tumbuh di Gorontalo. Dengan demikian, Fesbudaton akan menjadi simbol keberagaman yang harmonis sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata budaya daerah," jelasnya.
Lebih lanjut, Sultan Kalupe menegaskan bahwa pengembangan festival juga diarahkan untuk menjaga warisan budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. "Kami berharap melalui festival ini generasi muda diaspora Jaton tetap mengenali, mencintai, dan menjaga akar sejarah serta adat istiadat leluhur mereka. Di sisi lain, festival ini juga diharapkan mampu memperkuat toleransi, menggerakkan UMKM, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat," ungkapnya.
Dengan semangat kolaborasi dan kebersamaan, Fesbudjaton XX Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum memperkuat identitas budaya, mempererat persaudaraan masyarakat Jawa Tondano di Indonesia Timur, sekaligus menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan festival budaya yang masuk dalam kalender event tetap Provinsi Gorontalo.
Komentar