Gorontalo Masuk Nominasi 15 Provinsi Penilaian IMTI 2026, Disparekrafpora Matangkan Persiapan dan Sinkronisasi Data
09Jul'26
Admin
0 Komentar
10x Dibaca
Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) terus mematangkan persiapan menghadapi Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui rapat sinkronisasi dan pemenuhan data dukung yang berlangsung di Kopilabs Gorontalo. Kamis, 9 Juli 2026.
Gorontalo menjadi salah satu dari 15 provinsi yang masuk dalam nominasi penilaian IMTI Tahun 2026. Untuk itu, seluruh indikator penilaian terus dipersiapkan agar Gorontalo mampu meningkatkan capaian sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata ramah muslim di Indonesia.
Kepala Disparekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan bahwa keberhasilan dalam penilaian IMTI sangat ditentukan oleh kelengkapan data dan sinergi seluruh instansi yang terlibat.
"Semakin banyak event berskala besar yang kita laksanakan, maka kesiapan sektor pariwisata juga harus semakin baik. Dengan target event yang mampu menghadirkan sekitar 10 ribu peserta, kita harus memastikan ketersediaan hotel, destinasi wisata, hingga rumah makan yang ramah muslim terus meningkat," ujar Sultan.
Ia menambahkan, selain kesiapan infrastruktur dan layanan wisata, pembaruan data terkait rumah makan bersertifikat halal maupun ramah muslim, akomodasi, serta destinasi wisata menjadi perhatian utama dalam proses penilaian.
"Kami meminta seluruh instansi terkait, untuk menyampaikan data yang terbaru dan lengkap. Data dukung inilah yang akan menjadi kekuatan Gorontalo dalam mengikuti penilaian IMTI tahun ini," katanya.
Sultan mengungkapkan, pada penilaian sebelumnya Gorontalo telah berhasil meraih penghargaan di bidang pariwisata ramah muslim. Namun demikian, masih diperlukan berbagai penyempurnaan agar capaian tersebut dapat terus ditingkatkan.
Dalam rapat tersebut juga disepakati penyusunan timeline penyelesaian data. BPS, KADEKS, Biro P2E, GM Hotel hingga PHRI ditargetkan menyelesaikan pengumpulan dokumen dalam waktu satu minggu, sehingga pada pekan berikutnya dapat dilakukan evaluasi dan penyempurnaan sebelum proses validasi oleh tim pusat.
"Kita manfaatkan waktu yang ada. Minggu depan seluruh data diharapkan sudah terkumpul sehingga kita memiliki waktu untuk mengevaluasi apabila masih ada indikator yang perlu dilengkapi. Seluruh koordinasi dapat dilakukan melalui PIC yang telah ditunjuk agar prosesnya berjalan lebih cepat dan efektif," jelasnya.
Lebih lanjut, Sultan menegaskan bahwa keberhasilan Gorontalo dalam IMTI merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha pariwisata, asosiasi, hingga seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam memenuhi seluruh indikator penilaian.
"Harapan kita tentu dengan kerja sama yang solid, data yang lengkap, dan persiapan yang matang, Gorontalo mampu meningkatkan peringkat pada Indonesia Muslim Travel Index 2026 serta semakin dikenal sebagai destinasi wisata ramah muslim yang unggul di kawasan timur Indonesia," tutup Sultan.
Komentar