Admin Ekraf Admin Wisata Pohon Cinta Admin Wisata Pantai Bolihutuo
Keluar
G o r o n t a l o
Keluar
  • Senin, 25 Mei 2026 / 09:15:15
  • Beranda
    • Profil
      • Profil instansi
      • Profil pimpinan
      • Visi Misi
      • Struktur Organisasi
    • Dokumen Keuangan
      • Unduh Dokumen
  • Destinasi
    • Bahari
    • Alam
    • Religi
    • Budaya
    • Sejarah
    • Wisata Ramah Muslim
  • Ekraf
    • Destinasi Prioritas
    • Fashion
    • Kuliner
    • Kriya
    • Unik
    • Fotografi
    • Seni Pertunjukan
    • Arsitektur
    • Aplikasi
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Event
  • Publikasi
    • Artikel
    • Berita
    • Galeri
    • Pengumuman
  • Agenda
    • Agenda Instansi
  • RB
    • Profil Reformasi Birokrasi
    • Profil
      • Latar Belakang
      • Program RB
      • Program Unggulan
      • Tahap Implementasi Program RB
      • Ringkasan Eksekutif
    • Berita RB
    • Manajemen Perubahan
  • Indonesia
  • English
  • Indonesia
  • English

Kontak :

  • disparprov.gtlo@gmail.com
BERITA

Memaksa Keikhlasan Di Ujung Jari

05Jan'26

  • Admin
  • 0 Komentar
  • 313x Dibaca

Aryanto Husain
Senin, 5 Januari 2026

Harapan itu akhirnya terwujud. Melalui peletakan batu pertama, pembangunan Gorontalo Islamic Center (GIC) akhirnya bisa dimulai.

GIC adalah  harapan masyarakat Gorontalo, ia tidak lahir dari ambisi sesaat, melainkan dari penantian panjang umat Islam. Dia menjadi milik batin umat. Kelanjutan pembangunannya kini berada pada keikhlasan kita semua, berdonasi.

Manusia cenderung lebih peduli pada sesuatu yang ia rasa sudah menjadi miliknya. Endowment effect yang dipopulerkan Daniel Kahneman ini seharusnya bisa mendorong keikhlasan mendonasikan sebagian kecil harta kita untuk kelanjutan pembangunan GIC.

Sejarah telah menunjukkan bahwa bangunan peradaban besar tidak selesai karena kelimpahan, tetapi karena kesadaran kolektif pada satu momen krusial. Masjid Nabawi yang awalnya sederhana, disempurnakan oleh keikhlasan dan kesadaran kolektif pada masa itu. 

Kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi. Kalimat ini bukan sekadar slogan moral, melainkan refleksi tanggungjawab. Sayangnya, semakin banyak orang yang merasa “bertanggung jawab”, justru semakin sedikit yang bertindak.  

Pembangunan GIC bisa terjebak pada logika ini, jika tidak mau menyadarinya. Semua sepakat GIC penting, tetapi masing-masing menunggu. Padahal sejarah selalu digerakkan oleh segelintir orang yang berhenti menunggu. Keberhasilan justru dimulai dari donasi kecil yang dilakukan sekarang, bukan donasi besar yang direncanakan nanti. 

Dalam psikologi keputusan, present bias ini  membuat kita menunda kebaikan sampai kesempatan itu menguap, menunggu keikhlasan yang tidak kunjung datang. Keikhlasan sering dipahami sebagai sesuatu yang datang dengan sendirinya. Padahal dalam praktik sosial, keikhlasan bisa jadi  lahir dari keputusan yang “dipaksa” oleh niat. 

Banyak orang bersedekah bukan karena hatinya sudah sepenuhnya ikhlas, tetapi karena ia “memaksa” dirinya untuk memberi. Dan justru setelah memberi, keikhlasan itu menyusul. Seperti orang yang memulai salat dalam keadaan malas, tetapi menemukan ketenangan di rakaat terakhir.

Dalam konteks GIC, memaksa diri untuk berdonasi hari ini bisa menjadi pintu masuk keikhlasan yang lebih besar di kemudian hari.

Sekarang, di tengah kemajuan teknologi, keikhlasan bahkan telah berada di ujung jari. Jika dulu sedekah menunggu kotak amal berkeliling, kini ia hadir di genggaman tangan alat pembayaran digital. QRIS, misalnya, bukan sekadar alat pembayaran, tetapi aristektur pilihan yang memudahkan orang berbuat baik tanpa beban prosedural.

Donasi digital memotong jarak antara niat dan aksi. Tidak perlu membawa uang tunai, tidak perlu menunda. Teknologi telah mengambil alih peran “pengingat moral” yang halus namun efektif. Setiap beranda media sosial  kita dipenuhi dengan himbauan donasi. 

Di sinilah keikhlasan menemukan bentuk paling modernnya. Satu sentuhan jari, satu keputusan hati. Sedekah tidak lagi soal jumlah, tetapi tentang keberanian mengambil peran. Dalam Islam, nilai amal ditimbang dari niat, bukan nominal. Dalam ekonomi perilaku, tindakan kecil yang dilakukan banyak orang memiliki dampak sosial yang jauh lebih besar daripada tindakan besar yang hanya dilakukan segelintir.

Gorontalo Islamic Center menunggu dengan cara yang sederhana. Ia tidak meminta banyak. Ia hanya butuh kehadiran kita, keikhlasan kita, meski dalam bentuk paling kecil sekalipun. Tidak usah menunggu hati benar-benar ikhlas untuk donasi. Keikhlasan justru lahir setelah kita memberi. 

Hari ini, di ujung jari kita, ada kesempatan untuk ikut menyempurnakan sebuah ikhtiar umat. Satu sentuhan, satu niat baik, satu doa yang diselipkan dalam sedekah. Kelak, barangkali bukan bangunannya yang akan mengingat kita, tetapi Allah yang mencatatnya sebagai amal yang tidak pernah putus. 

Keikhlasan itu sekarang sudah berada diujung jarimu. Paksakan.

*) Kadis Pariwisata Prov. Gorontalo /
 Pokja Forum KTI

  • Tags:
  • -

Bagikan :
Sebelumnya
Disparekrafpora dan RRI Gorontalo Perkuat Sinergi Promosi Pariwisata, Ekraf, dan Olahraga
Berikutnya
Why Winners Win

Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Populer

Kembangkan Pariwisata, Dispar Jalin Kemitraan dengan PT dan SMK Pariwisata

23 Oktober 2025

Kemenpar Umumkan Gorontalo Karnaval Karawo Masuk 115 Event Terbaik Nusantara Tahun 2026

23 Januari 2026

Dinas Parekrafpora Identifikasi Kesiapan Pelaku Ekraf Jelang Penas 2026

10 April 2026

Tags

  • -
  • Aryanto Husain
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Menteri Sandiaga Uno
  • Menteri Sandiaga Uno Bekunjung ke Gorontalo
  • ASN Mengaji Disparekrafpora Provinsi Gorontalo
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Dispar Gorontalo
  • DinasPariwisata
  • ProvinsiGorontalo
  • DiscoverGorontalo
  • GorontaloModunggaya
  • Table Top G2G Celebes Tourism
  • Disparekrafpora Gorontalo
  • Festival Saparan
  • Pesona Indonesia
  • Gorontalo
  • The Heart of Celebes
  • FGD
  • Geopark Gorontalo
  • Geopark Nasional
  • Dinas Pariwisata
  • Geopark
  • Geopark Nasional
  • Geopark Gorontalo
  • Pariwisata Gorontalo
  • GKK
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Pesona Gorontalo
  • Pesona Indonesia
  • Karawo
  • GKK
  • Sendratasik
  • DisparProvinsiGorontalo
  • Gorontalo Rasa Bangkok
  • Kadispar Ajak Wisatawan Menikmat Kuliner Viral Indonesia di Citimall
  • Hari Karawo
  • DinasPariwisata
  • pariwisatagorontalo
  • karawo
  • digorontaloaja
  • International Whale Shark Day National
  • IWSD 2023
  • Pesona Gorontalo
  • IPKN Gorontalo
  • Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Aryanto Husain
  • Seni Budaya Gorontalo
  • sektor Pariw

Jl. Jamaludin Malik No.41, Kec. Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo Indonesia..


Contact Center : (0435) 828626


Email : disparprov.gtlo@gmail.com

Menu

  • Berita
  • Artikel
  • Galeri
  • Event
  • Destinasi
  • Ekonomi Kreatif
  • Facebook
    Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo

Berita Terbaru

24Mei'26

Admin

Huangobuto Cup 2026 Resmi Ditutup, Disparekrafpora Dukung Lahirnya Talenta Sepak Bola Nasional*

24Mei'26

Admin

Riset Green Curtain Diharapkan Jadi Fondasi Pengembangan Geopark Gorontalo

20Mei'26

Admin

Disparekrafpora Perkuat Sinergi Pariwisata Berkelanjutan dengan Sulawesi Utara

© 2023 Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.