Admin Ekraf Admin Wisata Pohon Cinta Admin Wisata Pantai Bolihutuo
Keluar
G o r o n t a l o
Keluar
  • Rabu, 08 April 2026 / 17:04:09
  • Beranda
    • Profil
      • Profil instansi
      • Profil pimpinan
      • Visi Misi
      • Struktur Organisasi
    • Dokumen Keuangan
      • Unduh Dokumen
  • Destinasi
    • Bahari
    • Alam
    • Religi
    • Budaya
    • Sejarah
    • Wisata Ramah Muslim
  • Ekraf
    • Destinasi Prioritas
    • Fashion
    • Kuliner
    • Kriya
    • Unik
    • Fotografi
    • Seni Pertunjukan
    • Arsitektur
    • Aplikasi
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Event
  • Publikasi
    • Artikel
    • Berita
    • Galeri
    • Pengumuman
  • Agenda
    • Agenda Instansi
  • RB
    • Profil Reformasi Birokrasi
    • Profil
      • Latar Belakang
      • Program RB
      • Program Unggulan
      • Tahap Implementasi Program RB
      • Ringkasan Eksekutif
    • Berita RB
    • Manajemen Perubahan
  • Indonesia
  • English
  • Indonesia
  • English

Kontak :

  • disparprov.gtlo@gmail.com
BERITA

200 Trilyun. Stimulus Keuangan Atau Stimulus Bagi Perilaku Ekonomi Yang Baru?

15Sep'25

  • Admin
  • 0 Komentar
  • 430x Dibaca

200 Trilyun. Stimulus Keuangan Atau Stimulus Bagi Perilaku Ekonomi Yang Baru?

Oleh Aryanto Husain
Senin, 15 September 2025

Kontroversil? Out of the box? Bisa dikatakan gaya koboy Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mewakili keduanya. Gebrakanya sehari setelah dilantik menjadi sejarah baru dalam kebijakan fiskal. Menggelontorkan simpanan Rp200 triliun uang pemerintah di Bank Indonesia ke bank-bank Himbara.

Meski demikian, kebijakan ini seharusnya tidak lagi bisa bersandar pada kalkulasi angka semata. Perlu pertimbangan terhadap perilaku aktor ekonomi  yang sering tidak rasional dan menyebabkan kebijakan terkadang tidak efektif.

Saat 200 trilyun mengalir dalam urat nadi perekonomian, terjadinya pertumbuhan tidak semata karena dana besar itu. Keberhasilnya juga karena cara cerdas mendesain pilihan, mendorong perilaku, dan membangun kepercayaan.

Banyak kalangan yang merasa khawatir dan tidak yakin. Kebijakan tradisional sering berasumsi bahwa dengan memberi likuiditas, masyarakat otomatis akan belanja, investasi, atau berproduksi.

Faktanya, keputusan finansial tidak hanya rasional, melainkan juga dipengaruhi oleh emosi, bias kognitif, dan norma sosial. Sebagian masyarakat mungkin akan tetap memilih menyimpan uang di bawah bantal daripada menabung di bank. UMKM bisa jadi tetap ragu dengan prospek ekonomi dan mungkin menahan diri untuk ekspansi meski ada subsidi bunga.

Ketidakyakinan juga datang dari  sisi permintaan. Bagaimana misalnya jika produksi tidak meningkat, pengembalian kredit yang macet, penggunaan kredit hanya konsumtif atau malah terjadi  penyelewengan dan korupsi? 

Jika hal ini terjadi maka kebijakan pembalikan arah ekonomi tidak berimbas efek pengganda ke sektor rill dan bahkan justeru makin membebani perekonomian nasional.
 
Karenanya, perlu ada strategi cerdas untuk mengantisipasi hal ini.  Kebijakan yang diambil tidak bisa konvensional  dengan pendekatan struktural semata. 

Kebijakan berbasis perilaku akan mendorong hadirnya keputusan ekonomi yang lebih sesuai sekaligus bisa membangun kepercayaan.  Karena kunci keberhasilannya terletak pada desain kebijakan yang tidak hanya memberi "ikan", tetapi juga "kail".

Dalam kacamata behavioural sight, ada pertimbangan tentang sifat manusia yang tidak selalu rasional dalam pengambilan keputusan. Manusia memiliki keterbatasan kognitif, bias. Pengaruhi emosi juga selalu tidak lepas dalam pengambilan keputusan. 

Dengan pola pikir baru berbasis ekonomi perilaku, dana yang besar ini seharusnya bisa mengalir layaknya darah segar yang memperkuat urat nadi perekonomian. Mulai dari konsumsi rumah tangga meningkat dengan cara yang lebih sehat, ekspansi usaha UMKM/pelaku ekonomi kreatif hingga dorongan untuk melakukan investasi produktif bukan konsumtif.

Tentu banyak pilihan kebijakan berbasis perilaku yang bisa dirancang untuk mendukung suksesnya strategi pembalikan ekonomi ini. 

Pendekatan Nudge dan arsitektur pilihan, misalnya, membuat stimulus keuangan tidak hanya cair, tetapi bisa diarahkan agar mendorong perilaku produktif. 

Memberi label bahwa anggaran ini untuk “modal usaha”,  secara psikologis membuat dana tidak cepat habis untuk konsumsi. Begitu halnya dengan penggunaan framing positif. Jika stimulus ini dikomunikasikan sebagai “investasi masa depan keluarga dan usaha” akan merubah persepsi bahwa ini bukan “bantuan sementara”.

Alih-alih mengirim pesan default kepada calon debitur UMKM berupa tawaran skema kredit produktif sebaiknya gunakan label psikologis nudge, misalnya dengan menyebut kredit sebagai “modal usaha produktif” bukan “pinjaman”. Hal ini akan meningkatkan niat menggunakan untuk investasi (bukan konsumtif). 

Menggunakan efek keteladanan (social norms) sebagai desain kebijakan berbasis narasi kolektif juag bisa mendorong kebijakan stimulus ini lebih efektif.  Narasi seperti “8 dari 10 UMKM telah menggunakan stimulus untuk memperbesar usaha", atau testimoni kisah sukses penerima bantuan  tidak hanya memengaruhi individu, tetapi juga membentuk budaya ekonomi yang baru di kalangan penerima dana stimulus.

Stimulus Rp200 triliun  bukan sekedar angka. Dengan sentuhan kebijakan berbasis perilaku, stimulus ini seharusnya bisa mendorong hadirnya perilaku ekonomi yang baru.

  • Tags:

Bagikan :
Sebelumnya
Pemprov Gorontalo melalui Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo Bahas rancangan Pergub tentang Pengembangan, Pelestarian dan Pemberdayaan Kain Sulaman Karawo serta Penetapan Hari Karawo
Berikutnya
Jelang GKK X HACF, Pelaku Ekraf Banjir Pesanan

Komentar

Tinggalkan Komentar

Berita Populer

Kembangkan Pariwisata, Dispar Jalin Kemitraan dengan PT dan SMK Pariwisata

23 Oktober 2025

Kemenpar Umumkan Gorontalo Karnaval Karawo Masuk 115 Event Terbaik Nusantara Tahun 2026

23 Januari 2026

Destinasi Hiu Paus Botubarani Tayang di Videotron Kementerian Pariwisata, Promosi Wisata Gorontalo Menjangkau Pasar Lebih Luas

18 Juli 2025

Tags

  • -
  • Aryanto Husain
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Menteri Sandiaga Uno
  • Menteri Sandiaga Uno Bekunjung ke Gorontalo
  • ASN Mengaji Disparekrafpora Provinsi Gorontalo
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Dispar Gorontalo
  • DinasPariwisata
  • ProvinsiGorontalo
  • DiscoverGorontalo
  • GorontaloModunggaya
  • Table Top G2G Celebes Tourism
  • Disparekrafpora Gorontalo
  • Festival Saparan
  • Pesona Indonesia
  • Gorontalo
  • The Heart of Celebes
  • FGD
  • Geopark Gorontalo
  • Geopark Nasional
  • Dinas Pariwisata
  • Geopark
  • Geopark Nasional
  • Geopark Gorontalo
  • Pariwisata Gorontalo
  • GKK
  • Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Pesona Gorontalo
  • Pesona Indonesia
  • Karawo
  • GKK
  • Sendratasik
  • DisparProvinsiGorontalo
  • Gorontalo Rasa Bangkok
  • Kadispar Ajak Wisatawan Menikmat Kuliner Viral Indonesia di Citimall
  • Hari Karawo
  • DinasPariwisata
  • pariwisatagorontalo
  • karawo
  • digorontaloaja
  • International Whale Shark Day National
  • IWSD 2023
  • Pesona Gorontalo
  • IPKN Gorontalo
  • Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
  • Aryanto Husain
  • Seni Budaya Gorontalo
  • sektor Pariw

Jl. Jamaludin Malik No.41, Kec. Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo Indonesia..


Contact Center : (0435) 828626


Email : disparprov.gtlo@gmail.com

Menu

  • Berita
  • Artikel
  • Galeri
  • Event
  • Destinasi
  • Ekonomi Kreatif
  • Facebook
    Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo

Berita Terbaru

07Apr'26

Admin

Disparekrafpora Koordinasi ke Kemenpora, Dorong Percepatan Renovasi Sport Center Limboto Jelang PENAS 2026

04Apr'26

Admin

Jelang PENAS Dinas Parekrafpora Perkuat Koordinasi dan Cek Kesiapan Destinasi Wisata

01Apr'26

Admin

Pemuda Karang Taruna Pauwo Gelar Semarak Ketupat 2026 Jilid 9, Kabid Pemuda Muchlis Huntua Beri Apresiasi

© 2023 Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo.