Riset Green Curtain Diharapkan Jadi Fondasi Pengembangan Geopark Gorontalo
24Mei'26
Admin
0 Komentar
18x Dibaca
Pemerintah Provinsi Gorontalo terus memperkuat pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat dan konservasi lingkungan melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Pemberdayaan Masyarakat Pesisir melalui Teknologi Green Curtain untuk Eduwisata Geodiversity di Geosite Taman Laut Olele Geopark Gorontalo” yang berlangsung di Rumah Makan Love Beach, Desa Huangobotu, Kecamatan Kabila Bone, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan peneliti Universitas Negeri Gorontalo, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta berbagai stakeholder sektor pariwisata dan lingkungan.
Mewakili Pemerintah Provinsi Gorontalo, Plh. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Romi Moge, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan penelitian tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat pengembangan Geopark Gorontalo berbasis potensi lokal dan pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Disparekpora sangat mendukung kegiatan penelitian ini sebagai bagian dari penguatan daya saing pariwisata daerah sekaligus percepatan pengembangan Geopark Gorontalo,” ujar Romi.
Menurutnya, konsep teknologi Green Curtain yang diangkat dalam penelitian dinilai selaras dengan arah pembangunan pariwisata berkelanjutan karena mengintegrasikan aspek konservasi lingkungan, edukasi, ekonomi masyarakat, dan pengembangan destinasi wisata.
Romi menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata saat ini membutuhkan kolaborasi multipihak di tengah tantangan efisiensi anggaran dan dinamika pembangunan daerah.
“Pengembangan destinasi wisata tidak bisa dilakukan sendiri. Pemerintah, akademisi, masyarakat, komunitas, hingga sektor swasta harus berjalan bersama membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan,” tambahnya.
Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti pada kajian akademik semata, namun dapat menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pengembangan kawasan Olele dan percepatan Geopark Gorontalo di tingkat nasional maupun internasional.
“Kami berharap hasil penelitian ini mampu melahirkan rekomendasi strategis dan menjadi dasar pengembangan destinasi wisata Olele berbasis pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Romi juga mengajak masyarakat pesisir dan pemerintah desa untuk aktif mendukung proses penelitian melalui penyampaian informasi yang objektif agar data yang dihasilkan benar-benar sesuai kondisi lapangan.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Parekrafpora menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dan mendukung kegiatan penelitian serta inovasi sebagai fondasi pengambilan kebijakan pembangunan pariwisata ke depan.
FGD berlangsung interaktif dengan berbagai masukan dari masyarakat dan stakeholder terkait mengenai potensi, tantangan, serta strategi pengembangan kawasan pesisir Olele sebagai destinasi eduwisata geodiversity unggulan di Provinsi Gorontalo.
Komentar