Peserta Studi Banding PENAS XVII Dapat Ilmu Hilirisasi Agro-Maritim dari Bumi Hulondalo
26Jun'26
Tim Konten Dispar
0 Komentar
32x Dibaca
Rangkaian kegiatan studi banding dalam Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan Tahun 2026 menjadi sarana pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata bagi para peserta dari berbagai provinsi. Melalui kunjungan ke sejumlah destinasi berbasis pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, dan pariwisata, peserta memperoleh gambaran langsung mengenai penerapan hilirisasi agro-maritim yang berkembang di Provinsi Gorontalo.
Kegiatan ini menghadirkan konsep pembelajaran lapangan yang memperlihatkan bagaimana potensi lokal tidak hanya dikelola pada sektor hulu, tetapi juga diolah menjadi produk bernilai tambah melalui inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan sektor pariwisata.
Plh. Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Romi Moge, mengatakan bahwa studi banding tersebut dirancang agar peserta memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan potensi daerah yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Gorontalo memiliki kekayaan sumber daya pertanian, kelautan, dan budaya yang saling terhubung. Melalui studi banding ini, kami ingin menunjukkan bahwa hilirisasi tidak hanya menghasilkan produk bernilai tambah, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha, memperkuat ekonomi kreatif, dan mendukung sektor pariwisata secara berkelanjutan," ujar Romi.
Selama kegiatan, peserta mengunjungi sejumlah lokasi yang menjadi contoh pengembangan potensi daerah, mulai dari wisata Hiu Paus Botubarani, Kampung Nelayan Merah Putih, Galeri Olaku, sentra UMKM, hingga berbagai destinasi wisata dan pusat oleh-oleh khas Gorontalo. Di setiap lokasi, peserta berdialog langsung dengan pelaku usaha dan masyarakat untuk mempelajari proses pengelolaan, pemasaran, hingga pengembangan produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Salah satu peserta asal Provinsi Lampung, Rini Handayani, mengaku memperoleh banyak wawasan baru selama mengikuti studi banding di Gorontalo. "Kami tidak hanya melihat potensi pertanian dan perikanan, tetapi juga bagaimana hasilnya diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah serta dipadukan dengan sektor pariwisata. Ini menjadi inspirasi bagi kami untuk mengembangkan potensi daerah dengan pendekatan yang serupa," ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi peserta. "Gorontalo memberikan pengalaman yang sangat berkesan. Sambutan masyarakat sangat hangat, pendampingannya baik, dan kami pulang membawa ilmu, pengalaman, serta ide-ide baru yang bisa diterapkan di daerah kami," tambahnya. Melalui kegiatan studi banding PENAS XVII,
Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap para peserta tidak hanya membawa pengalaman selama berada di Bumi Hulondalo, tetapi juga dapat mengadopsi berbagai praktik baik dalam pengembangan hilirisasi agro-maritim di daerah masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum memperkenalkan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, serta produk unggulan Gorontalo kepada peserta dari seluruh Indonesia, sehingga semakin memperkuat citra Gorontalo sebagai daerah yang mampu mengintegrasikan sektor pertanian, kelautan, pariwisata, dan ekonomi kreatif dalam pembangunan yang berkelanjutan.
Komentar