Kadisparekrafpora Paparkan Strategi Inovasi Adaptasi atas Efisiensi Anggaran dengan Program yang Fokus
23Apr'26
Admin
0 Komentar
61x Dibaca
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Disparekrafpora) Provinsi Gorontalo memaparkan strategi inovasi adaptasi dalam menghadapi efisiensi anggaran dengan menitikberatkan pada program prioritas lintas sektor, dalam kegiatan dialog kinerja bersama Gubernur Gorontalo, Rabu (23/4/2026).
Dalam paparannya, Kadisparekrafpora Sultan Kalupe menegaskan bahwa efisiensi anggaran harus direspons dengan langkah adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, tidak hanya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga mencakup penguatan kepemudaan dan olahraga.
Salah satu fokus utama yang disampaikan adalah penguatan pembinaan dan pendampingan melalui inkubasi talenta muda kreatif. Program ini tidak hanya mendorong lahirnya pelaku ekonomi kreatif baru, tetapi juga menjadi ruang pengembangan kapasitas generasi muda dalam berbagai bidang, termasuk kewirausahaan, kepemimpinan, dan inovasi.
“Melalui inkubasi, kita tidak hanya membina, tetapi juga memastikan talenta muda memiliki ruang tumbuh, akses pasar, serta kemampuan beradaptasi di berbagai sektor,” ujarnya.
Selain itu, strategi juga diarahkan pada pemanfaatan fasilitas yang ada secara optimal untuk mendukung kegiatan olahraga masyarakat (sport tourism), termasuk penggunaan kawasan perkantoran sebagai ruang aktivitas olahraga yang produktif dan bernilai ekonomi.
Di sisi kepemudaan, Disparekrafpora mendorong kolaborasi pengembangan desa kreatif pemuda sebagai pusat aktivitas produktif yang mengintegrasikan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, serta kegiatan sosial dan olahraga berbasis komunitas.
Khusus pada sektor pariwisata, Disparekrafpora menekankan pentingnya perbaikan tata kelola destinasi wisata unggulan guna meningkatkan kualitas layanan dan daya saing. Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi dan kerja sama pariwisata terintegrasi antara Gorontalo dengan wilayah Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, hingga Bali, sebagai strategi memperluas konektivitas dan promosi wisata. Selain itu, penyelenggaraan event juga didorong berbasis kolaborasi hexahelix dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, serta penguatan pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) yang terintegrasi dengan sektor ekonomi kreatif, kepemudaan, dan olahraga agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Pendekatan ini dinilai lebih efisien karena mengedepankan sinergi lintas sektor dan optimalisasi sumber daya yang tersedia, tanpa bergantung pada anggaran besar, namun tetap memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gorontalo mengarahkan agar pada masa efisiensi anggaran, setiap program yang dijalankan harus difokuskan secara tepat sasaran dan benar-benar memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan strategi yang terintegrasi antara pariwisata, ekonomi kreatif, kepemudaan, dan olahraga, Disparekrafpora optimistis mampu mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan di Gorontalo, meski di tengah keterbatasan anggaran.
Komentar