Deputi III Bidang Promosi Asia Tenggara Kemenpar Undang Disparekrafpora Gorontalo Kolaborasi Promosi Wisata Target Pasar Malaysia
05Mar'26
Admin
0 Komentar
148x Dibaca
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo beserta jajaran melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pariwisata RI di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, rombongan Disparekrafpora diterima oleh Dedi Ahmad Kurnia, Assistant Deputy for International Tourism Marketing I (Southeast Asia, South Asia, and Central Asia). Kamis, 5 Februari 2026.
Pertemuan ini membahas peluang kolaborasi promosi pariwisata Gorontalo dengan target pasar wisatawan dari Malaysia, yang selama ini menjadi salah satu key market pariwisata Indonesia. Hingga saat ini, jumlah wisatawan mancanegara terbanyak yang berkunjung ke Indonesia masih berasal dari Malaysia.
Menurut Kepala Disparekrafpora Sultan Kalupe selama ini promosi pariwisata Indonesia di pasar Malaysia masih berfokus pada beberapa daerah tertentu seperti wilayah Kepulauan Riau, Batam, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan DKI Jakarta. Namun ke depan, Kementerian Pariwisata mulai memperluas promosi dengan menawarkan destinasi baru, khususnya dari kawasan Indonesia Timur, termasuk Gorontalo.
“Gorontalo dinilai memiliki potensi besar untuk dipromosikan ke pasar Malaysia. Karena itu kami diundang untuk mendiskusikan potensi apa saja yang bisa ditawarkan kepada wisatawan Malaysia,” ujar Sultan.
Dalam pertemuan tersebut, Disparekrafpora Gorontalo juga menyampaikan bahwa promosi pariwisata Indonesia ke depan akan menonjolkan empat aspek utama, yaitu gastronomi, wisata bahari, pariwisata ramah muslim, dan wastra.
Sultan menjelaskan bahwa Gorontalo memiliki keunggulan pada keempat aspek tersebut. Dari sisi gastronomi, Gorontalo memiliki kekayaan kuliner khas daerah yang unik. Dari sisi bahari, wilayah ini memiliki keindahan laut di pesisir utara dan selatan yang berbeda karakter.
Selain itu, Gorontalo juga sangat kuat dalam konsep wisata ramah muslim karena masyarakatnya mayoritas beragama Islam dan memegang falsafah adat Adat bersendikan syara, syara bersendikan Kitabullah. Bahkan Gorontalo sering dikenal sebagai Serambi Madinah.
Sementara dari sisi wastra, Gorontalo memiliki kerajinan khas yaitu Karawo atau Tenun Karawo yang menjadi identitas budaya daerah.
Menurut Sultan Kalupe, kesamaan kultur antara masyarakat Gorontalo dan Malaysia yang sama-sama berada dalam rumpun Melayu serta mayoritas Muslim juga menjadi peluang besar untuk menarik wisatawan dari negara tersebut.
“Karena kesamaan budaya dan karakter masyarakatnya, Gorontalo dinilai sangat relevan untuk dipromosikan di pasar Malaysia. Oleh karena itu, kami bersepakat bahwa Gorontalo merupakan salah satu daerah yang layak untuk dipromosikan secara lebih luas di pasar internasional, khususnya Malaysia,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan promosi pariwisata Gorontalo dapat semakin kuat di pasar Asia Tenggara dan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke daerah tersebut.
Komentar