Gorontalo Karnaval Karawo Mulai Dimatangkan, Disparekrafpora Gelar Rapat Awal
10Feb'26
Admin
0 Komentar
270x Dibaca
Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga (Parekrafpora) Provinsi Gorontalo mulai mematangkan pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) Tahun 2026 melalui rapat awal yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan.
Kepala Dinas Parekrafpora Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan bahwa GKK 2026 direncanakan mengusung tema “Ritme Hulonthalo, Harmoni Jasmani Warisan Gorontalo”.
“Tema ini merupakan hasil diskusi bersama, termasuk adanya masukan dari Bank Indonesia. Karena saat ini kami satu OPD dengan pemuda dan olahraga, maka ditambahkan unsur jasmani, sehingga menjadi Ritme Hulonthalo, Harmoni Jasmani Warisan Gorontalo. Namun ini masih terus kami diskusikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan Gorontalo Karnaval Karawo 2026 direncanakan berlangsung pada 12–13 September 2026. Secara umum konsep pelaksanaan tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, namun terdapat tiga poin utama yang menjadi pembeda antara GKK 2025 dan 2026.
Pertama, akan ada Mokarawo Kolosal yang melibatkan sekitar 100 pengrajin Karawo sebagai atraksi utama. Selain itu, GKK 2026 juga akan menghadirkan pertunjukan musik tradisional kolosal seperti polopalo dan gambusi, serta pertunjukan Kue Karawo Kolosal yang melibatkan pelaku ekonomi kreatif dari Desa Tanggilingo, Kabupaten Bone Bolango.
“Desa Tanggilingo merupakan desa inovatif ekonomi kreatif di bidang Kue Karawo, dan ini akan kami tampilkan sebagai bagian dari atraksi utama,” tambah Sultan.
Lebih lanjut, Sultan mengungkapkan bahwa dalm pertemuan beberapa waktu lalu Pak Gubernur Berharap agar pelaksanaan GKK 2026 melibatkan pihak swasta atau perbankan sebagai pelaksana utama, sementara pemerintah daerah berperan sebagai pendukung.
“Pelaksanaan GKK tahun 2026, akan ditawarkan kepada pihak swasta atau perbankan untuk menjadi pelaksana utama, sehingga pembiayaan tidak sepenuhnya bersumber dari anggaran pemerintah,” ungkapnya.
Tak hanya itu, GKK 2026 juga direncanakan akan diintegrasikan dengan event Hulonthalo Art and Craft Festival (HACF) dari Bank Indonesia serta Gorontalo Half Marathon (GHM), sehingga pelaksanaannya menjadi satu rangkaian event besar.
Untuk target pelaksanaan, Disparekrafpora menargetkan sekitar 700 peserta karnaval, 75 booth UMKM, serta 45.000 pengunjung. Selain itu, Mukarawo Kolosal akan melibatkan 100 pengrajin dengan 60 partisipan pendukung.
“Target kami bukan hanya peningkatan jumlah, tetapi juga kualitas pelaksanaan, agar Gorontalo Karnaval Karawo benar-benar menjadi event unggulan yang berdampak pada pariwisata dan ekonomi kreatif Gorontalo,” tutupnya.
Komentar