Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
Uncategorized

Masyarakat Antusias Nonton Bareng Touring Jelajah Wisata Sulawesi 2020

GORONTALO – Cerita Jelajah Wisata Sulawesi (JWS) hingga kini masih menyisakan kenangan yang indah, bagaimana Pemerintah Provinsi Gorontalo berjuang menggaungkan Gorontalo melalui touring melintasi kota-kota dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan hingga di Kota Manado, Sulawesi Utara.

Kisah menarik selama perjalanan mulai dari 22-29 Februari 2020 ini masih tetap hangat dibincangkan oleh siapapun, termasuk mereka yang pernah disinggahi rombongan JWS ini.

Untuk merefleksi napak tilas upaya menggaungkan pariwisata Gorontalo, Dinas  Pariwisata Provinsi Gorontalo menggelar nonton bareng Touring jelajah wisata sulawesi yang disiarkan oleh salah satu TV nasional, di warung kopi Ano, Kota Gorontalo, Minggu (15/3/2020). Selain di tempat ini, nonton bareng juga dilaksanakan di beberapa lokasi lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, Rifli Katili menyambut baik antusiasme masyarakat termasuk komunitas warung kopi, kelompok warga, OPD, Sagela Comunity Gorontalo, Kesbangpol, komunitas sepeda, Biro Umum, Biro Humas dan Protokol, BEM UNG, IAIN, Poltekes, juru bicara gubenur, dan staf khusus gubernur yang turut hadir menyaksikan JWS 2020 ini.

“Tujuan nonton bareng ini  untuk memasarkan paket pariwisata Gorontalo ke berbagai daerah, apalagi saat ini di tengah kondisi seperti saat ini,” kata Rifli Katili.

Rifli Katili  menjelaskan Jelajah Wisata Sulawesi ini merupakan zsalah satu cara mengajak masyarakat di daerah-daerah, khususnya di Sulawesi untuk menjual pariwisata sehingga tidak jalan sendiri-sendiri.

Provinsi Gorontalo juga membutuhkan daerah lain sebagai pintu masuk datangnya wisatawan, mancanegara maupun domestik. Sulawesi Selatan dan Sulawesi Utara merupakan pintu masuk wisatawan, sehingganya Pemerintah Provinsi Gorontalo menggelar Jelajah Wisata Sulawesi yang dimulai dari Kota Makassar, Sulawesi Selatan dan berakhir di Kota Manado, Sulawesi Utara.

“Pariwisata merupakan leading sector dan sumber pendapatan devisa Negara. Hari ini sektor pariwisata menjadi sumber pendapatan ekonomi kedua setelah sawit,” jelas Rifli Katili. (Aldi Inaku)

Related posts