Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo
Berita

Dinas Pariwisata Gelar Rakor Pembahasan Data Pariwisata

PARIWISATA ( GORONTALO ) – Dinas pariwisata provinsi Gorontalo menggelar rapat koordinasi data pariwisata bersama kabupaten/kota se-provinsi Gorontalo, bertempat di ruang rapat bapppeda provinsi Gorontalo. Jumat (9/4/2021)

Kepala bidang pemasaran pariwisata Ivonela Larekeng dalam laporannya menyembut, bahwa rapat koordinasi data pariwisata yang digelar hari ini untuk menyinkronkan data pariwisata antar provinsi, kabupaten dan kota serta lembaga terkait. Untuk itu pihaknya mengundang narasumber dari Badan Pusat Statistik, Diskominfo dan Bapppeda provinsi Gorontalo.

Rapat koordinasi data pariwisata dibuka langsung oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Sutan Rusdi.

Sutan Rusdi mengatakan bahwa sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang diperhatikan.

Menurut Sutan, dengan data pariwisata ini diharapkan nantinya akan digunakan kedepan dalam bentuk data base, selain itu data yang sudah ada dapat memberikan informasi seputar sarana dan prasarana di objek wisata dan informasi yang akurat terkait pariwisata secara keseluruhan. Disamping itu data tersebut dapat dipasarkan atau diinformasikan kepada wisatawan, masyarakat juga dapat menggukan data tersebut untuk memasarkan produknya, Stekholder serta para pelaku jasa usaha pariwisata pun dapat mengggunakan data tersebut untuk kepentingan masing-masing.

Kadis Pariwisata Provinsi Gorontalo Rifli M. Katili dalam sambutannya, mengatakan rapat koordinasi data pariwisata yang dilaksanakan bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan data khususnya data sektor pariwisata untuk kepentingan perencanaan pembangunan daerah.

“Pentingnya sebuah data pariwisata akan sangat dengan mudah untuk melakukan perencanaan dan untuk melakukan pengambilan keputusan” Ujar Rifli Katili

Rifli menambahkan, Banyak sektor yang terlibat dalam pariwisata yang kami sebut unsur Pentahelix yang terdiri dari Akademisi, Bisnis, Pemerintah, Komunitas, dan Media.

Selama ini kita terfokus pada dua aspek yaitu paradigma mengumpulkan data kunjungan wisatawan mancan negara dan lama tinggal wisawatan. Dengan kondisi seperti ini, ia mengaku tidak terpaku dengan hal tersebut.

Selain itu, sektor pariwisata merupakan sektor punyumbang devisa terbesar di Indonesia.

Pada kesempatan itu, lanjut kata Rifli, pemerintah pusat dan pihak kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif tengah mendorong dalam hal transformasi digital yang sedang mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah.

“Hal ini nantinya sangat membantu dan kita dituntut untuk menyiapkan data berbasis digital yang terkoneksi antara kita dengan sektor perdagangan, pertanian dan sektor lainnya.” Tegasnya.

Rapat ini dihadiri oleh Bapan Pusat Statistik (BPS), Bapppeda, Diskominfo, Pimpinan OPD Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Kab/Kota dan Mitra Pariwisata.

Pewarta : Aldi Inaku

Related posts